Rabu, 15 Oktober 2014

Sejarah dan Pembelajaran Android

           

Sebelum memulai kita lihat dulu tentang sejarah singkat android, Android adalah sistem operasi Mobile Phone berbasiskan Linux. Android bersifat open source yang source codenya diberikan secara gratis bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka agar dapat berjalan di Android. Pada mulanya, Android adalah salah satu produk besutan dari Android Inc., namun Google mengakuisisi Android Inc., dan semua kekayaan intelektual milik Android Inc. Sekedar informasi Android Inc. adalah pendatang baru dalam hal membuat software untuk ponsel yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat.
             Keunggulan android:
1.Keterbukaan
* Android menyediakan akses ke fungsi dasar perangkat mobile menggunakan standar panggilanke API.
 2. Penghancuran perbatasan
 * Anda dapat menggabungkan informasi dari Internet ke dalam telepon, seperti informasi kontak, atau data pada lokasi geografis untuk mendapatkan kesempatan baru.
 3. Kesamaan aplikasi
 * Untuk Android ada perbedaan antara telepon utama aplikasi dan perangkat lunak lain, anda bahkan dapat mengubah program untuk memutar nomor, atau screen saver.
 4. Cepat dan mudah perkembangan
 Dalam SDK memiliki semua yang anda butuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi Android, termasuk simulator ini instrumen, dan alat debugging maju.
 http://cdn-u.kaskus.us/37/ebgfenze.jpg


a. Linux Kernel
          Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android ini adalah kernel.
 b. Android Runtime
          Lapisan setelah Kernel Linux adalah Android Runtime.Android Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine. Core Libraries mencakup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman Java.
 c. Libraries
          Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries. Android menyertakan satu set library- library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android.
 d. Application Framework
          Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar – proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon.
 e. Application
          Di lapisan teratas bertempat pada aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi- fungsi dasar tersebut melalui user interface.

            Kekurangan android:
           Tak bisa dipungkiri disamping kelebihan tentu saja ada kekurangan dari sistem operasi Android ini.
 * Koneksi Internet yang terus menerus – Yups, kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif. Penulis sendiri menggunakan Motorola Milestone, dan koneksi internet GPRS selalu aktif setiap waktu, itu artinya Anda harus siap berlangganan paket GPRS yang sesuai dengan kebutuhan.Tetapi di seri android 2.2 keatas koneksi data bisa diatur lewat seting data enabled pada settingan mobile networks..
dengan tidak mengaktifkan data enabeled maka koneksi internet nya akan terputus jadi hanya bisa untuk Telp dan SMS..
* Iklan – Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi
 Pembelajaran android
 Android adalah salah satu sistem operasi yang sedang booming. Android sudah disematkan ke dalam berbagai jenis device. Mulai dari sebuah smartphone sampai dengan tablet. Android sangat menguntungkan karena banyak sekali pengembang aplikasi yang memberikan secara cuma-cuma aplikasinya kepada para user. Aplikasi tersebut dapat di unduh dengan mudah dengan mengunjungi Google Play. Dulu toko online ini dikenal dengan Android Market.
     Seorang user atau pengguna Android pun bisa belajar menjadi seorang pengembang atau developer. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu mengajar adalah Practice English Grammar (PEG). Aplikasi ini adalah aplikasi yang membantu siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Aplikasi ini dapat di gunakan oleh siswa maupun orang lain secara umum terutama bagi mereka yang baru belajar Bahasa Inggris. Dengan aplikasi ini praktis seseorang dapat belajar dimana saja.
     Aplikasi ini menyediakan beberapa latihan tergantung dengan materi yang dibahas. Misalnya ada materi tenses, tobe, noun, posessive dan lain sebagainya. Materi-materi yang disediakan terus menerus di update sesuai dengan keinginan pengembangnya sebagai pemilik aplikasi ini. Jika ada update terbaru, google play secara otomatis akan memberikan notifikasi atau pemberitahuan. Dengan demikian kita tidak perlu khawatir ketinggalan perkembangannya.
      Keunggulannya adalah aplikasi ini sudah disediakan konsep dasar atau teorinya. Artinya jika memang kita lupa atau belum mengetahui soal yang akan di kerjakan terdapat meteri ringkas yang bisa di lihat dan dipelajari. Seluruh kegiatan dengan menggunakan aplikasi ini bisa dilakukan secara offline. Artinya tidak memerlukan koneksi internet. Kecuali jika melakukan update tentu saja membutuhkan koneksi internet. Bahkan beberapa paket materi memang harus di unduh.
     Aplikasi ini sangat membantu sekali ketika guru harus mengulang sebuah materi yang sebetulnya sudah pernah diajarkan di kelas. Sehingga ketika ada siswa yang menanyakan hal yang serupa saya tidak perlu repot-repot lagi mencatat teorinya. Karena teorinya bisa saya tunjukkan secara langsung pada murid. Setelah itu guru mempersilahkan murid untuk mengerjakan latihan-latihannya untuk mengukur pemahamannya dalam menyerap materi. Hasilnya bisa langsung di cek secara otomatis. Apalagi hasil tersebut disajikan dalamsebuah tabel statistik. Cukup interaktif bukan?
    Sayanngnya memang tidak semua jawaban dalam aplikasi ini benar. Ada beberapa kesalahan dalam isi atau kunci jawaban. Sehingga disinilah peran guru untuk meluruskan. Pengembang yang membuat aplikasi ini bukanlah seorang yang mengajar Bahasa Inggris atau tidak memiliki latar belakang sebagai pengajar Bahasa Inggris. Karena teori yang di tampilkan memang di kutip juga dari beberapa website di internet. Mereka bahkan memberikan sumber kutipan. Sehingga bisa kita telusuri teori-teori dasar yang digunakan dalam aplikasi ini.
     Terus terang aplikasi ini sangat sederhana dan sangat mudah dioperasikan. Kendalanya adalah aplikasi ini baru bisa dinikmati secara personal. Sehingga jika ingin di presentasi kan di sebuah kelas, kita memerlukan sebuah konektor yang menghubungkan dengan sebuah proyektor. Dengan demikian semua siswa dalam kelas bisa belajar bersama-sama dengan menggunakan aplikasi ini.

Sumber : http://idaaka.blogspot.com/2012/12/pembelajaran-menggunakan-android.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar